Apa itu ATP Ranking, Dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Single ATP Ranking 1 Andy Murray.jpg

Untuk penggemar Tennis, istilah ATP Ranking pasti sudah sangat familiar. Tapi apakah sebenarnya ATP Ranking itu? Dan bagaimana cara menghitungnya? Artikel dari Pancoran Tennis Club ini menjawabnya dengan cara yang paling mudah.

Apa itu ATP Ranking?

Association of Tennis Profesionals (ATP) adalah asosiasi yang beranggotakan seluruh petenis profesional seluruh dunia. ATP dan juga ITF (International Tennis Federation) adalah dua institusi international yang bertanggung-jawab terhadap pelaksanaan ajang turnamen tennis bergengsi dunia. Kedua institusi ini menyusun struktur turnamen tennis yang berjenjang sesuai dengan hadiah uang yang diperebutkan dari US$15.000 hingga puluhan juta US dolar. Lebih lengkap tentang jenis-jenis turnamen silahkan baca artikel berikut; Jenis-jenis Turnamen Tennis (Men’s).

Pemain yang dapat berpartisipasi dalam tiap-tiap jenjang ditentukan berdasarkan peringkat atau ranking. Grand Slam tentu hanya dibuka untuk pemain-pemain dengan ranking atas, sedangkan ITF Circuit Futures terbuka bagi pemain-pemain yang bahkan belum memiliki ranking. Selain itu, ranking juga digunakan untuk menentukan seeding atau unggulan. Pertanyaanya, siapa yang menentukan ranking tersebut? Dan bagaimana cara menghitungnya?

Institusi yang menghitung ranking adalah ATP, karenanya disebut ATP Ranking. Dan cara menghitungnya didasarkan pada perolehan poin oleh pemain saat bertanding di setiap turnamen. Dan karena dihitung oleh ATP, tentu untuk mendapatkan ranking seorang pemain haruslah terdaftar dalam keanggotaan ATP.

Karena ATP saat ini disponsori oleh Emirates, maka ATP Rangking sering disebut dengan Emirates ATP Ranking.

Pengen tahu cara menghitung ATP Ranking? Pahami ini dulu..

1. Musim turnamen (Tournament Seasons)

Musim turnamen Tennis dimulai di bulan Januari dan berakhir di bulan November setiap tahunnya. Dan jadwal turnamen pun kurang lebih di tanggal yang sama setiap tahunnya. Misalkan US Open pasti diadakan pada bulan Agustus dan kurang lebih di tanggal 28.

Sehingga bisa dikatakan, Turnamen Tennis memiliki jadwal yang sudah pasti setiap musimnya atau setiap tahunnya.

2. Point

Setiap turnamen yang diadakan oleh ATP dan ITF akan menghasilkan point yang dapat dikumpulkan oleh pemain. Besaran poin yang dapat diperoleh pemain berbeda-berbeda tergantung pada jenis turnamen dan sampai dititik mana capaian pemain di turnamen tersebut.

Berikut adalah tabel jumlah point yang bisa diperoleh setiap turnamen dan setiap pencapaian:

Point ATP TablePoint ATP Table note

3. Waktu Penghitungan Ranking

Ranking akan dihitung di setiap pekan sepanjang tahun. Dan pembaruan atau update rangking akan dilakukan setiap hari Senin di setiap pekannya.

4. Rentang waktu point yang diakumulasikan

Setiap pemain akan dihitung perolehan point-nya dan diakumulasikan. Point yang layak masuk dalam penghitungan adalah point-point yang diperoleh selama 52 pekan ke belakang terhitung dari waktu penghitungan Ranking.

Artinya, setiap point yang diperoleh memiliki tanggal kadaluarsa atau Drop Date setelah 52 pekan. Hanya point yang belum kadaluarsa yang akan dihitung.

Dari sinilah kemudian dikenal istilah Defending Point System.

Karena jadwal tiap-tiap turnamen tidak pernah berubah di setiap tahunnya, dan rentang waktu point yang diakumulasikan adalah 52 pekan (1 tahun) ke belakang sejak dari penghitungan point saat ini, maka seolah-olah point pada sebuah turnamen di tahun sebelumnya, akan digantikan dengan point baru di turnamen yang sama di tahun ini.

Misal, di Wimbledon tahun 2015 Novak Djokovic mendapatkan point 2000 karena memenangkan turnamen. Tapi pada Wimbledon tahun 2016, ia hanya menjadi finalist dan hanya mendapatkan point 1200.

Maka, jika pada tanggal 1 Juni 2016 (beberapa hari sebelum pelaksanaan Wimbledon 2016) kita mengintip data point yang dimiliki Novak Djokovic, point untuk turnamen Wimbledon adalah 2000. Tapi beberapa hari kemudian yaitu tanggal 30 Juli 2016 (setelah pelaksanaan Wimbledon 2016) kita kembali mengintip data point Novak Djokovic, maka kita akan melihat point untuk turnamen Wimbledon adalah 1200. Sehingga jika diakumulasikan dengan point-point lainnya, total point akan turun. Dan bisa jadi, rankingnya juga turun.

5. Commitment Player vs Non-Commitment Player

Pemain-pemain yang terdaftar di ATP terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Commitment Player dan Non-Commitment Player. Pembagian kelompok ini dipisahkan berdasarkan  ATP Rangking pemain.

+ Commitment Player

Adalah pemain yang memiliki ATP Ranking 30 ke atas atau Top 30 pada penghitungan Rangking per November di tahun sebelumnya. Untuk ATP 2017, Commitment Player adalah mereka yang pada tanggal 7 November 2017 berada di Top 30 ATP Ranking.

Seorang pemain yang masuk dalam Commitment Player harus berkomitmen untuk mengikuti Mandatory Tournament, ATP World Tour Final (jika masuk dalam draw) dan 4 ATP World Tour 500 yang salah satunya harus yang diselenggarakan setelah US Open. Jika mengikuti Monte Carlo Masters 1000, akan mengurangi 1 komitmen pada ATP World Tour 500.

Meninggalkan komitmen menyebabkan pinalti.

+ Non Commitment Player

Adalah pemain diluar commitment player.

6. Mandatory Tournament

Ada 12 mandatory Tournament yaitu 4 Grand Slam dan 8 ATP World Tour Masters. Bagi mereka yang tidak berpartisipasi dalam Mandatory Tournament akan mendapatkan pinalti atau hukuman baik dalam bentuk pengurangan hadiah ataupun penilaian Good Standing.

7. Skip dari Tournament

Pemain yang masuk dalam kelompok Commitment Player diperbolehkan tidak mengikuti 1 ATP World Tour Masters hanya jika memenuhi syarat berikut:

1. Telah mencapai 600 pertandingan sejak 1 januari tahun komitmen

2. Mencapai 12 tahun service

3. Mencapai umur 30 tahun

Pemain yang cidera juga diperboleh untuk skip tournament melalui pemeriksaan dokter.

8. Turnamen yang dihitung

Saat seorang pemain bermain di banyak turnamen dalam 1 tahun terakhir, 50 turnamen misalnya, maka tidak semua point pada 50 turnamen tersebut akan diakumulasikan. Hanya 18 turnamen yang akan masuk dalam perhitungan (19 turnamen jika pemain masuk qualifikasi ATP World Tour Final).

Namun, turnamen-turnamen berikut ini harus masuk dalam hitungan jika pemain masuk qualifikasi pada turnamen tersebut:

1. Grand Slam (4 turnamen)

2. ATP World Tour Masters 1000 (8 turnamen)

3. ATP World Tour Final (1)

4. Enam hasil terbaik pada ATP World Tour 500, ATP World Tour 250, ATP Challenger Tour dan Futures.

Jadi, untuk seorang Andy Murray yang merupakan pemain top 30, yang sudah pasti masuk qualifikasi untuk semua turnamen di atas, dia harus mengikuti semua turnamen di atas. Dan total turnamen yang harus ia ikuti adalah 19 turnamen. Jika dia mangkir pada salah satu turnamen, maka dia akan mendapatkan point 0 untuk turnamen tersebut di catatan data point-nya kecuali memiliki alasan yang kuat seperti pada poin 7 di atas.

Namun berbeda untuk Christopher Rungkat yang saat ini ranking 422. Karena dia tidak masuk dalam qualifikasi Grand Slam dan ATP World Masters bahkan ATP World Tour 500, maka point yang diakumulasikan adalah dari 18 turnamen dengan hasil terbaiknya pada turnamen baik ATP Challenger Tour maupun Futures.

Lalu bagaimana cara menghitung ATP Ranking?

Setelah memahami 8 hal di atas, kini akan lebih mudah dalam memahami bagaimana cara penghitungan ATP Ranking. Mari kita coba hitung ranking Andi Murray terhadap Kei Nishikori dan Mischa Zverev, juga kita bandingkan dengan Christopher Rungkat. Kita akan ambil data per hari Senin tanggal 17 April 2017.

1. Andy Murray

Terhitung sejak 17 April 2017 sampai 52 pekan ke belakang, ternyata Andy Murray mengikuti 16 turnamen.

1 ATP World Tour Final + 4 Grand Slam + 6 ATP World Tour Masters 1000 + 4 ATP World Tour 500 dan 1 Tournament lain.

Sebagai Commitment Player, dia skip 2 turnamen wajib ATP World Tour Masters 1000, namun dengan alasan yang dapat diterima oleh ATP sehingga tidak ada penalty.

Total Point yang terkumpul per tanggal 17 April 2017 adalah: 11.600.

Sebenarnya, Andy Murray memiliki 19 jatah turnamen yang bisa ia masukkan sebagai penambah point, namun hanya 16 turnamen yang ia manfaatkan.

Andy Murray PointAndy Murray Point2Andy Murray Point3

2. Kei Nishikori

Terhitung sejak 17 April 2017 sampai 52 pekan ke belakang, Kei Nishikori telah mengikuti 20 turnamen.

1 ATP World Tour Final + 4 Grand Slam + 8 ATP World Tour Masters 1000 + 4 ATP World Tour 500 dan 3 Tournament lain.

Sebagai Commitment Player, dia telah melakukan semua turnamen wajibnya.

Total Point yang terkumpul per tanggal 17 April 2017 adalah: 4.310.

Meskipun dia telah mengikuti 20 turnamen, namun hanya 19 turnamen (18 + 1 ATP World Tour Final) yang point nya akan dihitung. Tapi pun demikian, ternyata turnamen ke 20 adalah turnamen tanpa point. Yaitu turnamen Tennis pada Olimpiade. Turnamen ini dalam catatan ATP bernilai point 0.

Kei Nishikori PointKei Nishikori Point2Kei Nishikori Point3Kei Nishikori Point4

3. Mischa Zverev

Terhitung sejak 17 April 2017 sampai 52 pekan ke belakang, Mishca Zverev telah mengikuti 28 turnamen!

2 Grand Slam + 5 ATP World Tour Masters 1000 + 1 ATP World Tour 500 dan 20 Tournament lain.

Mischa Zverev bukan Commitment Player. Dan dia juga tidak masuk draw untuk ATP World Tour Final sehingga total turnamen yang dapat dihitung hanya 18 turnamen.

Total Point yang terkumpul per tanggal 17 April 2017 adalah: 1.159.

Jadi, meskipun dia telah mengikuti 28 turnamen, tetap hanya 18 turnamen yang point nya akan dihitung. Turnamen yang mana saja yang dihitung? Tentu 8 dari turnamen Grand Slam dan ATP World Tour Masters 1000 ditambah point terbaik dari 10 turnamen lainnya.

Mischa Zverev PointMischa Zverev Point2Mischa Zverev Point3Mischa Zverev Point4

4. Christopher Rungkat

Kini kita hitung pemain dari Indonesia!

Terhitung sejak 17 April 2017 sampai 52 pekan ke belakang, Christopher Rungkat telah mengikuti 21 turnamen. Semuanya adalah Futures Circuit.

Total Point yang terkumpul per tanggal 17 April 2017 adalah: 100.

Dari 21 Turnamen, hanya 18 Turnamen yang dihitung.

Rungkat Point

 

Akhirnya..

Jika seandainya pemain tennis ATP hanya 4 orang di atas, maka dapat kita ranking-kan sebagai berikut:

  1. Andy Murray : 11.600
  2. Kei Nishikori : 4.310
  3. Mischa Zverev : 1.159
  4. Christopher Rungkat : 100

Tapi kenyataanya, ATP memiliki ribuan pemain tennis. Dan setiap pemain harus dihitung pointnya satu-persatu kemudian diurutkan sesuai dengan jumlah akumulasi point. Dan jika kita memasukkan seluruh pemain ATP, maka 4 orang di atas memiliki ranking sebagai berikut:

  • Andy Murray : Ranking 1
  • Kei Nishikori : Ranking 5
  • Mischa Zverev : Ranking 35
  • Christopher Rungkat : Ranking 422

Dan sampai di sini penjelasan tentang ATP Ranking. Semoga bermanfaat.

Pancoran Tennis Club – Jakarta

 

Referensi: ATPworldTour.com

2 tanggapan untuk “Apa itu ATP Ranking, Dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: